Press Release Peluncuran Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Hotel eL Royal Kelapa Gading

By Admin LPM-UMI | 452 View | 09 Mei 2018, 12:59:40 WIB

Press Release Peluncuran Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Hotel eL Royal Kelapa Gading

Press Release Peluncuran Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Hotel eL Royal Kelapa Gading - Jakarta, 28 Maret 2018.

Akreditasi Perguruan Tinggi Berbasis Outcome dan Diferensiasi Misi

Permenristekdikti No 32/2016 mengamanatkan agar BAN-PT mengembangkan instrument akreditasi yang relevan dengan pengembangan sektor Pendidikan tinggi di Indonesia dan mengikuti perkembangan global. Instrument Akreditasi Perguruan Tinggi harus dikembangkan dengan memperhatikan keragaman model pengelolaan PT dan misi institusi yang tercermin dari program akademik yang dikembangkan.

Berdasarkan Permenristekdikti No 32/2016 dan Peraturan BAN-PT No 2 Tahun 2017 tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi, BAN-PT telah mengembangkan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) versi 2018, yang secara singkat ditulis IAPT 2.0. Sementara itu, instrumen akreditasi program studi versi baru (IAPS 2.0) masih dalam proses pengembangan, dan akan diumumkan secara terpisah setelah selesai dikembangkan.

IAPT 2.0 menggunakan 9 Kriteria yaitu:

  1. Visi, Misi, Tujuan dan Strategi
  2. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
  3. Mahasiswa
  4. Sumber Daya Manusia
  5. Keuangan, Sarana dan Prasarana
  6. Pendidikan
  7. Penelitian
  8. Pengabdian kepada Masyarakat
  9. Luaran dan Capaian Tridharma

Yang secara keseluruhan mengukur tingkat ketercapaian dan/ atau pelampauan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan standar yang ditetapkan Oleh masing-masing perguruan tinggi.

Berbeda dengan instrurnen sebelumnya, IAPT 2.0 memiliki beberapa fitur utama sebagai berikut:

  1. Berorientasi pada output dan outcome. Yaitu pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome. Sementara instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input.
  2. Berbasis Laporan Evaluasi Diri (LED). Jika pada instrumen sebelumnya, dokumen usulan akreditasi berupa "borang" yang mendeskripsikan keadaan tiap aspek pada masing-masing standar, maka dokumen akreditasi IAPT 2.0 memuat Laporan Evaluasi Diri yang tidak hanya menggambarkan status capaian masing-masing kriteria, tapi juga memuat analisis atas ketercapaian atau ketidaktercapaian suatu kriteria. Dalam hal ini, Perguruan Tinggi juga diharapkan menemukenali kekuatan yang dimiliki serta aspek yang perlu mendapat perbaikan.
  3. Elemen kedua dalam IAPT 2.0 adalah Rekaman Kinerja Institusi (RKI) yang memuat capaian indikator kinerja perguruan tinggi. Indikator ini disusun BAN-PT secara khusus dengan mempertimbangkan kekhasan perguruan tinggi tersebut.
  4. Hasil akreditasi dengan IAPT 2.0 akan dinyatakan dalam bentuk status dan peringkat sebagaimana tertuang dalam Permenristekdikti No 32/ 2016, yaitu:

                               Status: Terakreditasi atau Tidak Terakreditasi

                              Peringkat Terakreditasi: Baik, Baik Sekali, dan Unggul

Untuk merespon keragaman perguruan tinggi di Indonesia, dari aspek program akademik IAPT 2.0 dibedakan antara perguruan tinggi dengan misi utama menyelenggarakan program akademik dan perguruan tinggi dengan misi utama menyelenggarakan program vokasi. Selanjutnya, dari aspek penyelenggaraan dan tatakelola, IAPT 2.0 dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu: PTN-Badan Hukum, PTNBLU, PTN-Satker, dan PTS. Mengingat saat ini belum ada PT Vokasi yang berbentuk badan hokum, maka IAPF 2.0 sementara dibuat dalam 7 varian yaitu:

  1. IAPT-PTN-BH-A: instrumen untuk universitas/institut/ sekolah tinggi negeri berbadan hukum
  2. IAPT-PTN-BLU-A: instrumen untuk PTN berbentuk universitas/institut/ sekolah tinggi yang menerapkan PK-BLU
  3. IAPT-PTN-BLU-V: instrumen untuk PTN berbentuk Politeknik atau Akaderni yang menerapkan PK-BLU
  4. IAPT-PTN-Satker-A: instrumen untuk PTN berbentuk universitas/institut/ sekolah tinggi yang merupakan Satuan Kerja murni Kementerian terkait.
  5. IAPT-PTN-Satker-V: instrumen untuk PTN berbentuk Politeknik, Akademi, atau Akademi Komunitas yang merupakan Satuan Kerja murni Kementerian terkait.
  6. IAPT 2.0 — PTS-A: instrumen untuk PTS berbentuk universitas/institut/ sekolah tinggi
  7. IAPT 2.0 — PTS-V: instrumen untuk PTS berbentuk Politeknik, Akademi, atau

Akademi Komunitas

IAPT 2.0 akan efektif mulai diterapkan tanggal 1 Oktober 2018. Usulan akreditasi yang disampaikan mulai tanggal 1 Oktober 2018 sudah harus menggunakan instrumen IAPT 2.0. Sementara, usulan akreditasi sebelum tanggal 1 Oktober 2018 masih menggunakan instrumen yang saat ini berlaku.

BAN-PT akan menyelenggarakan pelatihan untuk penggunaan IAPT 2.0 mulai bulan Mei 2018. Pelatihan akan diselenggarakan bekerjasama dengan Kopertis (LLDikti), asosiasi perguruan tinggi, serta pihak-pihak lain yang terkait. Pada tahap awal, pelatihan akan diprioritaskan bagi PT yang akan menyampaikan usulan APT pada tahun 2018. Jadwal pelatihan akan diumumkan di www.banpt.or.id;

Jakarta, 28 Maret 2018

Dewan Eksekutif BAN-PT